
Bepop.id - Dari pengembangan kasus penangkapan bandar narkoba, polisi menggelandang artis Jennifer Dunn.
Sebelumnya bandar berinisial FS, ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Pejaten pada Minggu (31/12/2017).
Saat memeriksa ponsel FS, polisi mendapati transaksi yang melibatkan Jennifer Dunn.
Dari aplikasi chat di ponsel FS, didapati Jennifer Dunn memesan narkoba jenis sabu sabu.
"Dia memesan 1 gram sabu dari tersangka FS seharga Rp 850.000," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/1/2018) yang dikutip Bepop.id dari Kompas.com.
Kombes Argo Yuwono selanjutnya juga mengatakan, Jennifer Dunn telah menerima sabu tersebut dari FS.
Namun, jumlah sabu yang diberikan FS kepada Jennifer kurang.
Jadi awalnya Jennifer Dunn hanya hanya menerima 0,5 gram sabu-sabu,
"Dia menghubungi kembali untuk menanyakan kekurangannya," kata Kombes Argo Yuwono

Polisi menangkap Jennifer Dunn di rumahnya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat melakukan jumpa press, nampak Jennifer Dunn sudah menggunakan pakaian berkelir orange.
Baju kelir itu merupakan baju tahanan
Dilansir dari Kompas.com, Jennifer Dunn sempat tertawa saat dibawa keluar oleh polisi.
Ketika melihat banyak wartawan, dia langsung tertunduk malu.
Selama jumpa pers, Jennifer kerap mengelap keringat yang keluar dari wajahnya.
Tangan Jennifer tak lepas memeluk polisi wanita yang berada di sampingnya.
Jennifer Dunn kemudian mengaku menyesal mengonsumsi barang haram itu.
Dari berbagai sumber, didapatkan bahwa ini bukan kali pertama Jennifer Dunn tertangkap karena kasus narkoba.
Pada 2005 silam, Jennifer Dunn ditangkap karena kepemilikan narkoba jenis ganja.
Lalu pada 2009, lagi-lagi Jennifer Dunn diamankan polisi dan narkoba yang dijadikan bukti jenis pil ekstasi.
Sumber : Kompas.com
0 Comment:
Posting Komentar