Bepop.id - Terjadi kebakaran yang cukup parah di sebuah pondok pesantren.
Bahkan sampai dibilang, kejadian itu terparah selama 20 tahun belakangan ini.
Adalah pondok pesantren Darul Quran Ittifaqiah, Kampung Datuk Keramat Malaysia yang mengalami insiden tersebut.
Sebanyak 23 santri dan 2 penjaga asrama jadi korban kebakaran (15/9/2017).
Salah satu korban meninggal bernama Amiel Asyaf Abdul Rashid (lingkaran merah).
Santri berusia 11 tahun itu anak dari Norhayati Khalid.
Sama seperti orang tua santri lainnya, Norhayati memendam duka yang mendalam atas kejadian naas tersebut.
Kepada media setempat, Norhayati menceritakan sesuatu yang membuat banyak orang terharu.
Ibu 42 tahun itu, sebelum malam kebakaran sempat menjenguk anaknya.
"Saya bawakan makanan kegemaran Amiel, nasi goreng Pataya.
Sebelum balik, dia beri saya surat," katanya yang dikutip dari Berita Harian.
Kepada media, surat terakhir dari Amiel itu ditunjukkan.
Isinya bisa bikin haru bagi siapa saja yang membacanya.
Dalam tulisan di kertas, Amiel menyebutkan soal minta maaf, terima kasih, balas budi dan surga.
Seperti ini, surat terakhir amiel kepada orang tuanya.
“Ibu dan ayah Amiel minta maaf kalau ada buat salah apa-apa.
Ibu ayah Amiel sayangkan ibu dan ayah. Terima kasih ibu dan ayah kerana menjaga Amiel selama ini.
Amiel tak tahu macam nak balas jasa budi ayah dan ibu hanya ini saja yang Amiel mampu masuk ke tahfiz untuk menolong ibu dan ayah untuk masuk ke syurga Firdaus.”

0 Comment:
Posting Komentar